Rabu, 20 November 2013

Pattaroala' Mandar

Kaco Kendeq Tandiapa lagi mattaroalaq

Pattaroalaq ( Puisi Kesatria)

Pattaroalaq adalah puisi kesatria yang biasanya dipakai sebagai Ikrar atau sumpah para Joaq mandar( pasukan perang mandar dahulu) kepada pimpinannya biasanya kepada maraqdia malolo ( Punggawa perang). 


Pattaroalaq ini lirik syairnya terlalu keras bahkan cenderung  angkuh atau sombong dari seseorang yang memiliki kelebihan/ kemampuan, mungkin dikarenakan agar semangat juang para Joaq tidak surut dan menjaga semangat pasukan tetap berkobar, olah karenanya Pattaroalaq sering menimbulkan keributan dan tidak jarang menjurus pada perkelahian yang menimbulkan korban.


Syair Pattaroalaq :


1.       Indi tia Passopo doena tomalaqbi

passanger kowiq lakkana tomakanang

Pattuei tirarunna todzi posiriq

muaq mupasoppoi annaq mupabullei tomaq

Harangi ulengasang muaq tania tonamatinnande

Iya malaqbi, iya makanang, iya toqo dzi a siriq


Artinya :

Akulah pemikul tombak orang yg jadi panutan

pengasah parang panjang orang ternama

peniup sumpit bagi orang yg punya harga diri

kalau aku diberi beban dan tanggung jawab

pantang bagiku untuk membela

kalau bukan panutan, ternama dan punya harga diri.

Pattaroalaq mandar



2.       Indi tia betteng bayanna litaq dzi mandar

Arriang appeqna boyang dzi Tomadio

Namekkeqde dzi atonangang, meloq siasayangngi

Meloq sidamo-damo, meloq toi sipetombangan ceraq

Muaq nadiang tolandur, pasayu tigiling sokkoqna

Tiraqbiq mata gayanna.

Artinya :

                Inilah benteng kokohnya tanah di mandar

                tiang penyanggah empatnya rumah di Tomadio

                berdiri tegak dalam kebenaran, ingin saling menyayangi

                ingin saling mengasihi, dang juga ingin bersimbah darah

                kalau ada yang lewat ingin menentang bertepuk dada,  maka kerisnya terhunus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar